gambar diambil dari http://www.theguardian.com/football/live/2015/may/13/real-madrid-v-juventus-champions-league-semi-final-live

Secara luar biasa, bagi juventini tentunya, juventus akhirnya berhasil menghentikan Real Madrid dan lolos ke final liga champion. Mengingat terakhir kali Juventus berlaga di final adalah pada tahun 2003 dan kalah dari AC Milan, kemudian masuk ke masa kegelapan setelah kasus calciopoli maka prestasi tahun ini yang berhasil lolos ke final tentu wow sekali. Apalagi lawan yang dihentikan di semi final bukanlah lawan sembarangan. Siapa tidak tahu Real Madrid, tim bertabur bintang dan punya prestasi yang sangat luar biasa.

Apalagi dibanding tim lain di babak semifinal, Juventus secara kertas adalah yang paling lemah. Para penggemar bola tentu sudah tahu bagaimana kiprah Bayern Muenchen, Real Madrid dan Barcelona beberapa tahun ini. Apalagi dua tahun yang lalu Juventus secara mengenaskan terhempas oleh Bayern Muenchen di babak perempat final. Kandang dan tandang kalau 2-0. Sehingga muncul banyak lelucon bahwa semua tim di semi final ingin melawan Juventus. Bahkan Juventus sendiri ingin bertemu Juventus :)). 

Tetapi akhir nya, semua prediksi dan analisa mentah di atas lapangan. Berhasil menang 2-1 di Juventus stadium dan imbang 1-1 di Santiago Bernabeu akhirnya berhasil mengantarkan Juventus ke Berlin untuk berlaga di final pada 6 Juni nanti. Sebagai seorang Juventini tentu berharap Juventus menang lawan Barcelona nanti, tapi apapun hasilnya pokoke luar biasa.

Awal musim ini sebenarnya cukup kurang mengenakan bagi para fans juventus. Mundur nya antonio conte sebagai pelatih dan ditunjuknya massimiliano allegri sebagai penggantinya cukup membuat banyak juventini kecewa. Apalagi di bursa transfer juventus juga terlihat kurang greget. Pembelian termahal adalah Alvaro Morata, yang lainnya adalah Patrive Evra yang dianggap sudah habis dan peminjaman Roberto Pereyra. Siapa yang kenal Pereyra? tentu jarang. Untuk tim yang sudah 3x scudetto dan berharap tampil lebih baik di liga champion tentu saja para fans ingin nama-nama tenar mengisi starting line up. Apalagi kegagalan mendapatkan Iturbe yang akhirnya berlabuh di AS Roma, serta gosip Xerdan Shaqiri yang akhirnya berlabuh di Inter cukup membuat banyak juventini gerah. “Ini manajemen niat nyari pemain gak sih?” mungkin begitu pikirnya.

Tapi akhirnya pada akhir musim ini para juventini tersenyum. Scudetto sudah dalam genggaman dan Juventus lolos ke final Copa Italia dan Liga Champion. Masih ada kesempatan untuk menambah piala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.