Bersepeda Dan Taat Aturan Lalu Lintas

“Banyak pesepeda yang tidak tertib lalu lintas”. setuju dengan pernyataan tersebut? nek penulis ya setuju. Memang tidak semua, tapi ada dan banyak sekali. Pengalaman pribadi, yang paling gampang dilihat ya pas di lampu merah. Di jogja pas lampu merah banyak yang tidak berhenti saat lampunya merah, maju terus dan kalau jalur lain agak sengang langsung pancal. Kalaupun ada yang berhenti biasanya ya didepan marka jalan, walau sudah ada ruang tunggu sepeda pun jarang yang memanfaatkan. Kadang ruang tunggu sepeda malah digunakan oleh pengendara kendaraan lain.

Kalau menurut penulis pribadi, pesepeda seperti halnya pengguna jalan lain harus mematuhi aturan yang ada. Perlu diingat bahwa aturan yang ada fungsinya adalah agar tertib dan aman bagi semua pengguna jalan. Bisa dibayangkan kalau saat ngeblong lampu merah tersebut dari arah lain ada kendaraan yang melaju kencang. Tidak hanya pengendara sepeda yang mendapatkan bahaya tapi kendaraan yang lain itu pun bisa terkena bahaya. Bahkan pengguna jalan yang lain. Kalau misal terjadi kecelakaan maka sangat berbahaya, apalagi masih banyak pesepeda yang enggan menggunakan helm tentu bahayanya lebih besar.

Memang benar sebagai pengguna sepeda yang hanya mengandalkan kekuatan otot, berhenti di lampu merah itu cukup berat. Waktu mulai jalan lagi harus memulai dari nol lagi. Bayangkan saja, disaat sudah nyaman jalan dan dapat momentum tenaga dan kecepatan yang pas, harus berhenti dan mancal pedal lagi. Tapi ya itu resiko jika turun ke jalan dengan bersepeda, bukan alasan untuk kemudian melanggar aturan.

Selain itu terkadang pengendara lain juga kurang tepo seliro, ada yang hobi membunyikan klakson jika di depannya ada sepeda. Mungkin merasa terganggu dengan kecepatannya yang rendah kemudian membunyikan klakson agar pesepeda minggir. Pengalaman pribadi, walau sudah jalan di pinggir masih saja ada yang klakson-klakson.

Kalau semua taat aturan, saling menghormati dan bisa saling bersabar, tentu jalanan tertib dan tidak ada masalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.