Nomer Punggung Pemain Juventus 2015/2016

Nomer punggung pada permainan sepakbola merupakan salah satu hal yang penting, dengan adanya nomer tersebut maka para penggemar, jurnalis dan siapapun yang bergelut dengan dunia olahraga ini bisa mengenal dan mengetahui seorang pemain tanpa melihat nama mereka yang sebenarnya juga tercetak di jersey. Meski bisa saja pemilik dari sebuah nomer pada sebuah klub akan berbeda setiap tahunnya tetapi biasanya seorang pemain, apalagi yang sudah memiliki nama besar, akan tetap menggunakan sebuah nomer yang sama setiap musim, bahkan bisa saja menggunakan nomer yang sama meski sudah berpindah klub.

Ada juga nomer-nomer yang dianggap “sakral” dan hanya bisa dimiliku oleh pemain dengan talenta dan kemampuan khusus, misal nya saja nomer 10. Pemilik nomer ini biasanya adalah seorang bintang atau pemain terbaik dari sebuah klub. 

Juventus pun secara resmi sudah mengumumkan susunan nomer punggung untuk pemain yang akan berlaga di Serie A musim 2015/2016. Berikut susunan nomer punggung dari tim Juventus:

Satu hal yang cukup mengagetkan dari susunan nomer tersebut adalah berganti nya nomer punggung Paul Pogba dari yang sebelumnya nomer 6 menjadi nomer 10. Iya Pogba mengenakan nomer yang sebelumnya digunakan oleh Tevez (sudah pindah ke Boca Juniors).

Bisa jadi itu adalah salah satu cara dari manajemen Juve agar Pogba tidak pergi ke klub lain. Kehilangan Tevez, Pirlo dan Vidal sudah cukup mengurangi kekuatan tim, kalau ditambah Pogba juga hengkang, well, bisa berbahaya. Pogba memang masih muda tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini kemampuanya meningkat sangat pesat. Dari seorang pemain free transfer sampai akhirnya menjelma menjadi salah satu pemain inti dari Juventus. Luar biasa memang.

Well mari kita lihat musim depan, apakah Pogba bisa menunjukan kelasnya sebagai pemain yang layak diberi ke istimewaan mengenakan nomer 10 di Juventus? Kita lihat di akhir musim 2015/2016 ini.

Kolo kolo nganggo bocor barang

Judul diatas dalam bahasa jawa, dan kira-kira kalau diartikan “ada kalanya kena bocor”, dan itulah yang tadi sore kejadian. Pulang kerja sambil sepedaan “bike to work” kemudian ngambil rute sedikit memutar dan sekitar 3 km sebelum sampai rumah ban depan habis angin alias bocor. Tak dinyana tak di duga, wong awalnya biasa-biasa saja eh mendadak bocor, tapi ya namanya “kebanan” bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Terpaksalah menepi dulu untuk kemudian nelpon istri tercinta agar menjemput :D. Setelah itu sempet “dituntun” sepedanya dengan saya yang bonceng dan megangin stang. Tapi ternyata ribet banget, akhirnya dipangkulah si sepeda ini. Gaya banget ya, sepeda aja dipangku :v :v