Hari ini (sabtu 8 Agustus 2015) bersama beberapa kawan (Wasi, Damar, Dedy) melakukan acara sepeda santai ke arah selatan. Tepatnya menuju warung bubur bu yati di puncak bibis, pajangan. Sebenarnya ada beberapa teman lain yang confirm ingin ikut, tapi karena satu atau dua sebab akhirnya hanya kami berempat yang jadi berangkat. Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh, dari ring road menuju ke arah goa selarong, melewati jalan bibis raya dengan santai pun paling hanya butuh waktu sekitar setengah jam perjalanan. Rute nya pun selalu melewati jalanan beraspal dengan kondisi bagus. Ada beberapa tanjakan di awal tetapi semua bisa dilalui dengan mulus. Oya kalau pagi dan hari kerja jalanan lumayan ramai ada banyak pelajar yang sedang berangkat sekolah sehingga harus selalu berhati-hari. Serunya[…]

Judul diatas dalam bahasa jawa, dan kira-kira kalau diartikan “ada kalanya kena bocor”, dan itulah yang tadi sore kejadian. Pulang kerja sambil sepedaan “bike to work” kemudian ngambil rute sedikit memutar dan sekitar 3 km sebelum sampai rumah ban depan habis angin alias bocor. Tak dinyana tak di duga, wong awalnya biasa-biasa saja eh mendadak bocor, tapi ya namanya “kebanan” bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Terpaksalah menepi dulu untuk kemudian nelpon istri tercinta agar menjemput :D. Setelah itu sempet “dituntun” sepedanya dengan saya yang bonceng dan megangin stang. Tapi ternyata ribet banget, akhirnya dipangkulah si sepeda ini. Gaya banget ya, sepeda aja dipangku :v :v  

Setelah libur Idul Fitri tahun ini ada satu “hutang” yang akhirnya berhasil terealisasi, yaitu bike to work alias kerja dengan bersepeda. Ya, sudah sejak beberapa bulan lalu ingin memulai tapi akhirnya baru pada hari pertama masuk setelah libur Idul Fitri tahun ini bisa terlaksana. Awalnya kepengen saja. Setiap hari dengan motoran terkadang cukup membosankan. Jalanan yang ramai dan itu-itu saja terkadang membuat bosan. Makanya pengen sekali dua kali bersepeda, sehingga bisa sambil sedikit bersantai dan menikmati pemandangan tentu sambil berolahraga mengeluarkan keringat. Sekalian pulang pergi kerja sambil olahraga. Meski waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan jadi bertambah tapi sepertinya tidak terlalu bermasalah. Maklum jarak rumah dan tempat kerja hanya sekitar 9 km, masih dekat lah. Ditempuh bersepeda saat berangkat paling sekitar[…]

Selama bulan ramadhan ini aktifitas sepedaan otomatis berkurang drastis, kalau biasanya seminggu bisa tiap hari bersepeda maka selama bulan puasa ini biasanya menyempatkan diri waktu weekend saja, sabtu atau minggu. Waktu nya pun sore hari, sekedar muter-muter nyari keringet terkadang sambil beli makanan kecil untuk buka puasa. Istilahnya pun keren, ngabuburide, ngabuburit sambil nge-ride #halah. Dari kata ngabuburit yang biasanya diartikan melakukan kegiatan sambil menunggu waktu buka puasa. Maka istilah ngabuburide bisa diartikan menunggu waktu buka puasa sambil sepedaan. Walau kalau buka hashtag #ngabuburide di instagram gak cuma sepedaan, yang motoran juga menggunakan hashtag yang sama. Untuk sepedaan sore waktu bulan ramadhan gini, kalau saya tidak pernah mengambil rute yang berat dan jauh. Takut kecapekan, karena namanya sepedaan mau sesantai[…]

Ada istilah bahasa jawa yang cukup populer “ono rego ono rupo”, ada harga ada kualitas begitu kira-kira. Jadi kalau mau kualitas bagus ya jangan segan-segan membayar mahal. Kalau mau yang murah ya siap-siap dengan kualitas yang akan didapat. Saya pribadi termasuk tipe yang penting ada/punya dulu. Urusan lain belakangan. Itulah yang mendasari waktu awal dulu (sekitar awal 2013) membeli sepeda. Kebetulan waktu itu adik ipar sedang gila-gila nya dengan sepeda. Merakit sepeda sendiri sampai entah habis berapa juta. Banyak juga temen yang mengeluarkan uang tidak sedikit untuk mendapatkan sepeda yang diidamkan. Saya sendiri? ya duit seadanya tapi pengen juga bersepeda. Dan akhir nya waktu ke toko sepeda, dengan kondisi gak ngerti sepeda sama sekali, intinya cuma pengen beli. Dan akhirnya[…]