Bug Kritikal Pada Ubuntu 17.10

Beberapa hari yang lalu sempat membaca sebuah berita mengenai bug yang cukup berbaya yang terjadi pada mereka yang memiliki laptop lenovo dan menginstall Ubuntu versi 17.10. Ubuntu 17.10 sendiri merupakan versi terbaru dari distro linux Ubuntu yang di rilis pada bulan Oktober kemarin. Saking berbahayanya bug ini sampai-sampai images untuk versi terbaru ini dihilangkan sementara dari halaman download ubuntu. Tapi ini untuk hanya yang versi desktop saja, untuk versi lain masih tetap tersedia dan aman untuk digunakan. Baca Selengkapnya

Perintah Perintah Dasar Docker

Setelah pada artikel sebelumnya sudah sedikit membahas tentang pengenalan dan bagaimana menggunakan docker. Kali ini kita akan membahas dan mencoba beberapa perintah-perintah dasar untuk menggunakan docker.

  • Menggunakan docker tanpa akses root:

  pertama masukan user login kita kedalam grup docker

sudo usermode -aG docker $USER

setelah itu kita bisa langsung menggunakan docker (tanpa perlu hak akses root ataupun sudo)

Baca Selengkapnya

Pengembangan Website Dengan Menggunakan Docker

docker logo

Untuk memulai pekerjaan development website, yang pertama harus dilakukan adalah melakukan instalasi dan setup aplikasi-aplikasi yang kita butuhkan di mesin kita. Ada beberapa cara untuk melakukannya:
Yang pertama adalah dengan melakukan installasi masing-masing aplikasi yang dibutuhkann secara manual.

Yang kedua menggunakan aplikasi yang sudah menyediakan semua aplikasi yang kita butuhkan.

Yang ketuga dengan menggunakan docker.

Untuk cara pertama tentu tidak perlu banyak penjelasan. Mau kita menggunakan Windows, Mac atau Linux masing-masing sudah ada aplikasi yang tinggal kita download dan install.

Untuk cara kedua bisa menggunakan xampp untuk windows atau mamp jika menggunkan mac.

Untuk cara ketiga kita membutuhkan aplikasi tambahan, yaitu docker. Lantas apa itu docker? Docker adalah aplikasi untuk mengisolasi dan mengemas sebuah lingkungan sistem operasi kemudian menjalankan aplikasi didalamnya. Hampir seperti virtual machine bedanya kalau dengan virtual machine kita seperti menjalankan 2 sistem operasi sedangkan docker berjalan diatas kernel yang sama dengan sistem operasi yang kita jalankan.

Lantas kenapa docker bisa kita manfaatkan untuk membantu pekerjaan development kita? Dengan docker kita bisa membuat sebuah container atau wadah yang didalamnya bisa kita isi dengan aplikasi yang akan kita gunakan. Misalnya karena sehari-hari menggunakan php, mysql dan nginx maka kita bisa membuat 3 buah container yang masing-masing berisi php, mysql dan nginx kemudian karena masing-masing container tersebut mempunyai file konfigurasi (Dockerfile) tersendiri maka saat kita berpindah mesin atau melakukan install ulang tinggal kita jalankan lagi dan kita akan mendapatkan lingkungan dengan versi aplikasi yang sama seperti sebelumnya.

Lantas bagaimana dengan konfigurasi aplikasinya sendiri? karena tentu kita butuh konfigurasi yang spesifik dengan kondisi development kita. Untuk ini kita bisa menyimpan semua konfigurasi yang diperlukan (sekaligus dengan konfigurasi docker nya) dengan menggunakan git dan bisa diletakan di github/bitbucket/gitlab. Jika tidak ingin membayar dan menginginkan agar konfigurasi kita tidak bisa di akses publik, letakan saja di private repository bitbucket.

Sebelum memulai menggunakan docker yang pertama perlu dilakukan adalah instalasi docker itu sendiri. Untuk instalasi nya sebenarnya mudah saja. Banyak tutorial yang bisa kita ikuti di internet. Untuk tata cara install yang resmi bisa dilihat di tautan berikut. Tata cara untuk melakukan instalasi di mac, windows dan beberapa distro linux sudah ada di tautan tadi.

Setelah docker terinstall berikutnya adalah menggunakan docker untuk keperluan development. Seperti disebutkan di awal karena penggunaannya adalah untuk web development dengan php maka yang dibutuhkan adalah container untuk php, mysql dan nginx. Untungnya dari ketiga servis yang dibutuhkan tersebut sudah tersedia container resmi dari docker yang bisa kita download di docker hub. Baca Selengkapnya

Upgrade BIOS Dell Vostro 5470

Jadi selama sekitar sebulan ini laptop dell vostro 5470 yang biasa saya gunakan dirumah kena masalah. Saat proses mematikan laptop sering tidak bisa mati, dan berhenti di tulisan “Power down” dan harus mencet tombol power agak lama untuk benar-benar mematikannya.

Laptop ini memang lumayan lama tidak digunakan. Penyebabnya karena keyboardnya rusak dan walau sempat dibawa ke service tapi karena beberapa hal akhirnya tidak jadi diperbaiki dan akhirnya disimpan saja. Sampai akhirnya beberapa waktu yang lalu iseng beli keyboard secara online kemudian minta tolong di service komputer dekat rumah untuk memasangkannya. Setelah sukses dan bisa digunakan kembali sekalian ganti hdd ke ssd. Setelah itu dipasang lah Elementary OS. Setelah setting sana sini akhirnya oke untuk digunakan. Cuma ya itu tadi ada masalah sering tidak mau mati kalau di shutdown.

Sampai beberapa lama tidak juga menemukan cara untuk memperbaikinya, coba-coba ganti distro, siapa tahu memang ada masalah dengan distro ubuntu atau turunannya, untuk itu dipilihlah Manjaro, salah satu distro yang turunan arch linux yang menurut review cocok untuk user biasa seperti saya. Dan ternyata penyakit nya sama. Selama beberapa minggu terkadang bisa mati sendiri, terkadang tidak bisa. Dengan kondisi sama seperti waktu menggunakan Elementary OS, berhenti di tulisan “Power down.”

Setelah coba cari sana sini, baca-baca berbagai forum dan mencoba berbagai tutorial yang ada. Dari mengganti parameter di grub, merubah setting systemd sampai update kernel masih tetap gagal juga. Kemudian sempat baca ada yang bilang kalau harus update BIOS. Dan karena sepertinya agak rumit karena untuk update BIOS ini adalah aplikasi Windows yang otomatis tidak bisa jalan jika di linux, sedangkan saya hanya pake linux saja. Dan sepertinya menggunakan wine atau sejenisnya bukan solusi disini.

Install windows untuk kemudian update BIOS bagi saya bukan jalan keluar yang baik. Cari-cari lagi referensi ternyata ada langkah langkahnya di website resmi dell. Wah kalau ada di website nya dell seharusnya oke lah ini untuk dicoba karena pasti sudah ada engineer nya yang nyoba.

Oya dell ini termasuk bagus dalam menyediakan tool untuk mencari driver yang dibutuhkan. Hanya dengan memasukan service tag dari laptop (ada di stiker yang di tempel di sebelah bawah laptop) ke halaman ini maka kita bisa langsung membuka halaman yang di situ sudah lengkap tersedia tautan-tautan yang kita butuhkan. Mulai dari user manual sampai driver-driver dan aplikasi pendukung lainnya.

Sesuai petunjuk di website nya dell, akhirnya download freeDOS, untuk kemudian buat bootable nya. Sayangnya saat nyoba membuat bootable freeDOS di Manjaro dengan unetbootin ternyata tidak bisa digunakan untuk booting. Sampai coba cara barbar dengan menggunakan dd, masih gagal juga.

Akhirnya coba cara terakhir dengan menggunakan laptop satu lagi punya istri yang menggunakan Windows untuk membuat bootable nya, dan kalau ini gagal juga sepertinya harus melupakan untuk update BIOS. Untungnya cara ini ternyata berhasil.

Setelah sukses boot ke freeDOS, jalankan updaternya tunggu sebentar, reboot dan sukses. Dan sampai sekarang terkadang masih tidak bisa mati sendiri laptopnya :D.