Tidak Bisa Setting Brightness Di Elementary

Salah satu masalah yang timbul di laptop saat pake freya adalah tidak bisa merubah brigthness, mau pake kombinasi tombol atau lewat setting ya tetep sama saja. Awalnya sih cuek aja gak terlalu pengaruh. Tapi mendadak pagi saat memulai menyalakan laptop kondisi brightness nya rendah banget nyaris gak kelihatan. Setelah nyari-nyari akhirnya nemu solusi di sini.

Berhubung yang digunakan sehari-hari grafik nya yang intel maka cocok lah untuk dicoba. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Cek apakah file setting untuk intel sudah ada

[email protected]:~$ ls /usr/share/X11/xorg.conf.d/
10-evdev.conf	      11-evdev-trackpoint.conf	50-wacom.conf
10-quirks.conf	      50-synaptics.conf		51-synaptics-quirks.conf
11-evdev-quirks.conf  50-vmmouse.conf		glamoregl.conf

2. Jika belum maka buat aja

[email protected]:~$ sudo touch /usr/share/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf

3. Kemudian masukan konfigurasi nya :

[email protected]:~$ sudo scratch-text-editor /usr/share/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf
Section "Device"
Identifier  "card0"
Driver      "intel"
Option      "Backlight"  "intel_backlight"
BusID       "PCI:0:2:0"EndSection

Setelah itu logout dan login ulang, dan sukses 😀
sukses

NB : Iya judulnya campur aduk, jangan diprotes ya, yang penting kan bahagia.

Mengenai Pemilihan Distro Linux

Ubuntu, sebagai salah satu distro paling populer dan salah satu distro yang memiliki turunan banyak juga menerapkan metode rilis setiap bulan sekali, jadi setiap tahun nya ada 2 rilis dan jika kita termasuk pengguna ubuntu dan ingin selalu menggunakan yang terbaru maka setidaknya 2x dalam setahun kita melakukan instalasi. Tetapi ada juga versi LTS (Long Term Support) yang rilis setiap 2 tahun sekali dan memiliki masa tayang lebih lama , jadi bagi yang tidak ingin 2x setahun melakukan installasi bisa menggunakan versi LTS ini.

Oke, penulis saat ini tidak suka ubuntu, lebih tepatnya tidak suka dengan unity. Kenapa? preferensi pribadi sih, tidak ada masalah apa-apa, cuma tidak suka saja. Waktu masih menggunakan ubuntu, tidak lama menggunakan unity kemudian berpindah DE ke GNOME kemudian saat muncul Cinnamon maka berpindah ke Cinnamon. Hanya saja karena Cinnamon adalah DE dari Linux Mint (salah satu turunan ubuntu yang juga populer) maka berpindahlah semuanya ke Linux Mint, tidak hanya DE nya tetapi se distro-distro nya berpindah. Nah Linux Mint ini siklusnya persis dengan ubuntu, rilis setiap 6 bulan sekali, sekitar 1 bulan setelah ubuntu rilis, dan ada juga versi LTS yang juga mengikuti versi LTS nya ubuntu. Cukup lama juga menggunakan Linux Mint sampai akhirnya muncul rasa malas jika dalam beberapa bulan sekali harus melakukan installasi, sebenarnya bisa saja menggunakan versi LTS dan bisa setidaknya 2 tahun sekali jika ingin upgrade, tapi rasanya gatel kalau ada versi baru keluar dan tidak mencoba, rasa nya gimana gitu 😀

Sebenarnya ada juga distro linux yang menerapkan konsep lain, rolling release, jadi tidak pernah ada rilis resmi setiap beberapa bulan/tahun sekali, setelah install kalau ada upgrade ya upgrade saja. Kalaupun ada media instalasi, entah iso image atau apalah yang bisa di download, itu adalah snapshot build terakhir, setelah itu ya sudah pake terus tanpa instal pun tidak ada masalah.

Lantas kenapa tidak berpindah ke model distro yang rolling release? nah ini ada alasannya. Kebetulan pernah baca-baca menurut para pengguna distro model rolling release ini jika ada upgrade yang cukup penting bisa terjadi masalah, misal gagal masuk ke x window atau ada error atau apalah gitu meski. La kalau yang laptopnya cuma punya 1 dan digunakan untuk kerja sehari-hari kan jadi repot. Akhirnya memutuskan untuk tidak dulu menggunakan yang model rolling release. Tentu tidak lucu kalau pagi-pagi setelah update tidak bisa masuk ke x window dan baru bisa memperbaiki beberapa jam kemudian misalnya, la kerja nya gimana? waktu untuk memperbaiki kan bisa digunakan untuk melakukan hal lain. Kalau model kerjanya bisa meninggalkan laptop dulu atau menggunakan laptop lain sih gak masalah, model kerja tukang ketik gini kan ya semua-semua ada di dalam laptop kalau pindah ya pastilah repot.

Sedikit curhatan pagi-pagi 😀

Selayang Pandang Elementary OS

Beberapa bulan menggunakan elementary os dan cukup terkesan, sama seperti waktu dulu mengenal linux mint pertama kali. Rasanya menarik sekali, seperti menemukan sesuatu yang hilang *halah*. Walau basis nya ubuntu lagi ubuntu lagi tapi tentu tidak sama antara menggunakan ubuntu yang asli dengan distro turunannya. Yang paling jelas tentu saja di tampilan, kalau masalah software sih gak ada masalah. Karena turunan dari ubuntu ya otomatis yang jalan di ubuntu bisa dijalankan juga. Itulah makanya susah beralih dari distro turunan ubuntu.

Elementary os ini agak unik. Tidak seperti distro lain yang biasanya punya estimasi waktu untuk rilis versi terbarunya, elementary tidak. Orang-orang di belakang distro ini selalu mengungkapkan versi baru akan di rilis saat sudah siap, jadi tidak ada tanggal pasti. Seperti yang terjadi sekarang, versi stable adalah versi 0.2 Luna. Dan versi selanjutnya yang sedang dalam proses pengembangan adalah versi 0.3 Freya. Jika Luna berbasis ubuntu 12.04 maka Freya berbasis ubuntu 14.04. Meski ubuntu 14.04 sudah rilis beberapa bulan yang lalu (kalau gak salah bulan April) maka Freya belum ada tanda-tanda akan di rilis. Di komunitas resmi elementary os di google+ sudah sering bertebaran orang-orang yang menanyakan tentang kapan Freya rilis, dan selalu tidak ada tanggal pasti, tetapi, beberapa hari yang lalu salah satu developer utama dari elementary os sudah mengatakan bahwa Freya sebentar lagi akan rilis versi beta nya, jadi ya memang harus sabar.

Selain masalah tanggal rilis yang tidak jelas, ada lagi hal yang berbeda dan unik. Selain memanfaatkan donasi dari para pengguna, elementary os menggunakan model bounty, agak bingung mengartikan bounty ini, bisa diartikan sebagai donasi kah atau pembayaran kah?. Jadi saat ada bug atau fitur yang akan dikembangkan mereka memasukannya ke website bountysource.com kemudian kita sebagai pengguna diminta untuk membayar agar bug/fitur itu bisa dikerjakan. Biasanya akan di set bug/fitur akan dikerjakan/diselesaikan jika sudah mencapai angka dolar tertentu. Misalnya saja si pengembang akan menyelesaikan jika bounty nya sudah mencari $ 250. Jika dilihat ternyata lumayan juga yang mau membayar agar bug/fitur bisa diselesaikan. Mungkin ini juga yang membuat pengembangannya terkesan lambat, nunggu duit terkumpul dulu 😀

Tapi memang distro ini cukup menarik untuk dicoba, tampilannya simple dan nyaman gak perlu banyak konfigurasi atau otak-atik kiri kanan, sangat cocok bagi user yang “sekedar pakai” seperti penulis ini. Cuma sayang nya mungkin karena simple nya itu aplikasi bawaannya tergolong sedikit sekali. Bahkan aplikasi office pun, yang biasa nya hampir selalu ada di semua distro, harus install sendiri. Gak masalah sih karena installnya juga gampang. Tapi ya sekali lagi, memilih distro linux itu sesuai selera, yang sini suka bisa jadi yang disana gak suka, jadi ya relatif saja yang penting kita bisa menggunakan dengan nyaman dan bahagia serta bisa menunjang kinerja sehari hari.

“yang penting aku bahagia, kamu sih terserah”

Sehari Bersama Luna

Yak seharian ini menggunakan elementary OS, pagi download kemudian install dan langsung digunakan :D. Elementary OS adalah sebuah distro yang berbasis ubuntu 12.04. Sudah lumayan jadul bagi yang suka dan hobi dengan sesuatu yang selalu baru. Tapi ini ubuntu nya, kalau elementary OS nya sih baru sebulanan ini rilis dengan code name “Luna”. Dan jangan takut karena ubuntu 12.04 adalah edisi LTS maka support nya masih jalan terus, jadi aplikasi-aplikasi dari ubuntu masih selalu up to date.

Dari tampilan menurut saya lumayan bagus, simple gak neko-neko dan nyaman di mata. Sebuah panel diatas dengan menu, tanggal dan beberapa indikator seperti batre, network dll, standar lah karena OS atau distro lain biasanya juga begitu meski mungkin beda penempatan. Serta sebuah dock tempat aplikasi disebelah bawah. Oya jangan lupa di desktop nya tidak ada icon sama sekali, bersih.

Untuk aplikasi yang disertakan sangat minimalis sekali, pemutar musik dan video, text editor, penampil gambar, penampil pdf dan beberapa aplikasi kecil lain. Aplikasi office? tidak ada, ya distro ini default nya tidak menyertakan aplikasi office, sehingga mau tidak mau harus install sendiri. Tapi gampang kok tinggal buka google masukan “libreoffice ubuntu 12.04” cari dan install. Sayangnya yang ditempat saya karena menggunakan repo bawaan yang diinstall libreoffice versi 3, kalau gak salah terbaru sudah versi 4. Ya tinggal cari caranya biar bisa update ke libreoffice versi terbaru :D.

Aplikasi setting yang disertakan juga hanya menyediakan beberapa setting saja, tidak ada setting untuk ganti tema atau icon, kalau ganti background sih ada. Untungnya ada aplikasi pihak ketiga yang bisa didownload dan digunakan. Beberapa panduan setelah instalasi Luna bisa dilihat di elementaryupdate.

Selama penggunaan seharian ini, lumayan nyaman. Hanya perlu membiasakan penggunaan beberapa aplikasi saja. Dan karena basisnya ubuntu maka aplikasi-aplikasi yang biasa saya gunakan untuk bekerja sehari hari ya tinggal apt-get install saja, bisa dibilang tidak ada masalah. Hanya dalam waktu sebentar saja sejak install sudah bisa digunakan untuk bekerja.

Sedikit masalah hanya aplikasi file manager (pantheon-files) yang mendadak beberapa kali crash (menutup sendiri) dan batre yang menurut saya agak boros. Untuk masalah batre tinggal install tlp dan sepertinya sudah lumayan ini batre nya.
elementary os luna

Nemo dan RabbitVCS

Sebagai pengguna setia svn tentu untuk memudahkan bekerja akan lebih nyaman jika menggunakan svn client yang tinggal klak klik bukan yang lewat perintah baris. Maklum sebagai seorang end user pokoknya pengen yang gampang-gampang saja.

Nah sebagai pengguna linux mint garis keras *halah* salah satu yang menarik hati adalah menggunakan rabbitvcs, semodel sama tortoisesvn kalau di windows. Jadi gak perlu buka window aplikasi baru karena sudah terintegrasi dengan file manager. Awalnya karena file manager di linux mint adalah nemo dan pas awal kenal dengan rabbitvcs ini belum ada extension untuk nemo akhirnya tetep install nautilus yang sudah di support dengan sangat baik oleh rabbitvcs.

Lama-lama setelah menggunakan linux mint 15 akhirnya ada juga extension nemo untuk integrasi dengan rabbitvcs. Dan ada di main repositorynya linux mint, jadi tinggal pake apt-get untuk install.
Masalahnya pas awal-awal install ternyata saat klik kanan menu untuk rabbitvcs ini gak keluar, sampai install ulang aplikasinya tetep gak keluar, gugling sana sini akhirnya ketemu juga solusinya disini dan pake perintah :

sudo ln -s /usr/lib/x86_64-linux-gnu/libpython2.7.so.1.0 /usr/lib/libpython2.7.so.1.0

dan setelah nemo di restart akhirnya keluar juga menunya saat klik kanan 😀
menu rabbitvcs di nemo