Juventus Juara Serie A 2015/2016

Juve 5x, gambar dari sini

Untuk para penggemar sepakbola, khususnya Serie A liga Italia kemungkinan besar sudah tahu bahwa musim ini Juventus kembali menjadi kampiun. Dan “wow” nya ini adalah gelar kelima secara beruntun. 3x bersama Conte dan 2x bersama Allegri.

Adalah gol tunggal Radja Nainggolan, pemain Belgia yang memiliki ayah asal Indonesia, ke gawang Napoli yang membuat Napoli kalah 0-1 di kandang Roma, yang akhirnya memastikan jumlah poin Juventus tidak mungkin lagi dapat dikejar.

Walau menyisakan kecewa karena gagal berkiprah lebih jauh di Liga Champions, tapi jujur saja, gelar tahun ini luar biasa. Mengawali musim dengan tertatih tatih dengan hanya mengemas 12 poin dari 10 laga awal dari maksimal 30 yang bisa diraih tentu saja sangat menyedihkan untuk klub seperti Juventus. Tetapi akhirnya dengan 25 laga tak terkalahkan (24x menang dan 1x imbang) setelahnya, tetap bisa mengantarkan Juventus musim ini di peringkat pertama.

Dengan rekor 5x juara secara berturut-turut mungkin sudah saatnya bagi Juventus untuk mulai lebih fokus agar bisa lebih kompetitif di level Eropa. Bukan tidak suka kalau hanya juara di Italia, tetapi bisa juara di level yang lebih tinggi tentu akan lebih mantab.

BTW, selamat Juve #forzaJuve

Juventus vs Bayern, Seri

Sebelum pertandingan antara Juventus vs Bayern ini banyak pihak yang merasa optimis bahwa juve bisa, setidaknya, mengimbangi Bayern. Bahkan banyak yang optimis kalau juve bisa menang. Optimisme ini tentu bukan tanpa alasan. Mengingat beberapa bulan ini Juventus sangat impresif di Serie A dengan 15 kemenangan beruntun yang membuat mereka sekarang bisa memuncaki klasemen, Baca Selengkapnya

Juventus Akhirnya Menang

Setelah 3 pertandingan tanpa meraih satupun kemenangan di awal Serie A musim ini. Akhirnya di pekan ke 4 Juventus meraih kemenangan perdana kala bertandang ke markas Genoa dengan skor 0-2, hasil gol bunuh diri dari Lammana dan penalti dari Pogba. Genoa sendiri adalah tim yang musim lalu sanggup mengalahkan Juventus kala bertanding di Luigi Ferraris, sehingga otomatis kemenangan kali ini menjadi semacam balas dendam dari kekalahan sebelumnya.

Setelah tengah pekan kemarin sanggup menjungkalkan Manchester City di match day pertama Liga Champions, pelatih Max Allegri tidak banyak melakukan perubahan pemain di starting 11, hanya Lemina dan Barzagli yang masuk ke starting 11 untuk menggantikan Hernanez dan Bonucci. Untuk lini depan, trio Cuadrado, Mandzukic dan Morata tetap dipertahankan. Pogba dan Sturaro juga tetap mengisi pos lini tengah menemani Lemina.

Susunan pemain kedua tim diambil dari http://www.juvefc.com

Yang menarik adalah Lemina, pemain baru ini masih muda, kalau tidak salah seusia dengan Paul Pogba dan sama-sama berasal dari prancis, dan partai melawan Genoa ini adalah debut nya. Meski tidak bermain full selama 90 menit tetapi permainannya cukup menjanjikan, setidaknya jika Marchisio harus absen ada Lemina yang bisa diandalkan.

Selain Lemina pemain yang cukup mencuri perhatian adalah Cuadrado. Pemain pinjaman dari Chelsea ini 2x menjadi starter (yang pertama saat melawan Manchester City) dan 2x pula tampil trengginas mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Dalam laga ini dua penyerang Juventus, Alvaro Morata dan Mario Mandzukic harus mengakhiri laga lebih cepat karena cedera. Semoga saja cedera nya tidak parah sehingga gol demi gol bisa mereka lesakan di pertandingan selanjutnya.

#forzaJuve

Awal Buruk Juventus

                                             Gambar diambil dari sini

Awal musim ini menjadi salah satu awal terburuk yang di lalui oleh juventus di serie A, bayangkan saja dari 3 pertandingan yang sudah dilalui Juventus hanya mendapatkan 1 poin, hasil  2 kali kalah dan 1 kali seri. Tidak seperti 4 musim sebelumnya yang sejak awal selalu digdaya, awal musim ini benar-benar menjadi awal yang kelam.

Tidak bisa dipungkiri, kepergian beberapa pemain bintangnya di jendela transfer kemarin sangat berpengaruh. Pergi nya Tevez, Pirlo dan Vidal bagaimanapun meninggalkan lubang kelemahan yang sangat besar. Dan jika tidak segera ketemu penambal yang pas, entah itu pemain atau formasi atau strategi, maka tidak perlu kaget jika target scudetto 5x berturut-turut bisa melayang.

Benar, selain kepergian ke 3 pemain diatas, ada banyak nama beken yang masuk, Siapa yang meragukan kualitas mandzukic? siapa yang tidak berharap besar pada Dybala?  Selain itu Hernanez dan Alex Sandro tentu bukan nama sembarangan. Ada juga Lemina yang di gadang-gadang bisa menjadi pemain bagus. Selain itu nama-nama seperti Zaza, Cuadrado dan sederet nama lain tetaplah mentereng. Tetapi ya itu tadi. Kepergian 3 pemain yang bisa dibilang roh permainan Juventus dalam beberapa musim terakhir ini mau tidak mau tetap menyisakan lubang. Kepergian sang maestro yang biasa mengendalikan bola, sang pejuang yang selalu berusaha merebut bola sekuat tenaga, serta sang striker tidak kenal lelah tentu membuat banyak strategi yang harus dirubah. Kedatangan para pemain baru juga membuat formasi dan strategi baru harus disiapkan untuk musim ini.

Menarik ditunggu bagaimana coach Allegri memainkan strategi dan formasi serta memotivasi para pemainnya agar bisa lebih garang dan bermain lebih bagus.

Kabar baiknya, di matchdary Liga Champion kemarin Juventus bisa mengalahkan Manchester City di kandang lawan. Kalau semangat dan gaya bermain seperti lawan City bisa terus dipertahankan maka bolehlah berharap scudetton ke 5 berturut-turut tetap bisa mampir lagi ke JStadium.

#forzaJuve