Ngirit Baterai Android

Pengen android ngirit baterai? gampang matiin aja hp nya dan nyalakan jika dibutuhkan saja, tapi beneran lo kayak gitu ngirit banget baterainya, coba aja terus nyalain kira2 2 jam sekali selama kira2 10 menit aja :))

Ada banyak sebenarnya aplikasi android yang mengklaim bisa membuat baterai lebih irit, misalnya saja juice defender atau du battery saver diantaranya yang pernah penulis gunakan, tapi ya gak lama soalnya perasaan sama saja saat pake sama saat gak pake. Pernah iseng itung2 pas gak pake baterai saver bisa bertahan antara 12 jam – 15 jam, terus install battery saver dan kurang dari 10 jam baterai tinggal sekitar 10%. Udah gitu aplikasi kayak gitu ternyata memberi harapan palsu juga, saat habis charger tertulis 25 jam lagi, belum 10 jam baterai tinggal kurang dari 10%. Mungkin maksudnya 25 jam lagi dalam kondisi hp off terus alias nyala tapi tidak digunakan.

Pernah juga menggunakan aplikasi task killer, tapi pernah baca-baca juga kalau android itu sebenarnya gak perlu task killer, berhubung gak paham akhirnya gak pake-pake lagi.

Setelah lama tidak mengurusi hal tersebut *halah*, beberapa hari yang lalu baca sebuah postingan mengenai partial wakelock di xda developers. Jadi intinya menurut yang penulis pahami, di android saat layar dimatikan dan tanpa aktifitas apa-apa hp akan memasuki fase yang disebut dengan deep sleep, dalam mode ini akan menggunakan resource se minimum mungkin. Nah dalam mode ini juga aplikasi bisa memanfaatkan fitur yang disebut wakelock yaitu tetap bekerja di background dan memanfaatkan resource yang ada sampai maksimal. Sebenarnya tujuan dari adanya wakelock ini adalah agar aplikasi dapat lebih cepat saat dibuka atau untuk aplikasi yang memerlukan memberi notifikasi semisal aplikai2 social media maka user tetap mendapatkan notifikasi yang diperlukan meski aplikasi sedang tidak dijalankan. Hal seperti ini seharusnya tidak masalah hanya saja terkadang membuat baterai menjadi sangat boros karena terlalu banyak aplikasi yang bekerja.

Untuk melakukan monitoring terhadap wakelock ini bisa dicoba aplikasi better battery stats aplikasi berbayar tapi di xda ada versi xda edition yang free. Ada juga wakelock detector di thread tersebut ada penjelasan mengenai wakelock. Kalau penulis pribadi lebih nyaman menggunakan wakelock detector, tampilannya lebih simple daripada better battery stats.
wakelock detector
wakelock detector

Dengan wakelock detector ini kita bisa tahu aplikasi apa saja yang paling banyak bekerja atau yang paling lama berjalan. Kalau udah ketahuan tinggal mau diapain itu aplikasinya, di uninstall atau mau diantemi 😀

Salah satu cara menangani aplikasi yang banyak menggunakan wakelock adalah dengan men disable aplikasi yang dirasa tidak dibutuhkan, jika menggunakan android jelly bean (punya penulis versi 4.2.2) bisa lewat “Settings” – “Apps” kemudian geser ke kanan ke tab “All” kemudian pilih aplikasi yang mau di disable, misal “Weather”, tap pada aplikasi kemudian tap tombol disable, akan muncul pop up konfirmasi, silahkan di ok in aja. Pop up konfirmasinya akan memberitahu jika app didisable bisa jadi ada aplikasi lain yang membutuhkan aplikasi tersebut jadi tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jadi hati hati dalam men disable aplikasi.
disable weather
disable weather

Cara lainnya bisa menggunakan aplikasi greenify bisa baca-baca disini tetapi syaratnya hp harus dalam keadaan sudah di root. Kalau menggunakan greenify ini maka kita tidak akan mendapatkan notifikasi dari aplikasi tersebut jika tidak sedang dijalankan karena aplikasinya selalu dalam keadaan deep sleep kalau tidak dibuka. Ini bahan bacaan mengenai greenify di lifehacker.com

baterai
satu hari lebih dan masih 27% baterainya, jauh lebih ngirit dari biasanya, screenshoot ini dalam kondisi extreme, aplikasi seperti facebook, path, twitter, instagram semua di deep sleep. Auto sync hanya untuk gmail dan google+ (sekedar baca-baca gak pernah post) dan chat hanya menggunakan whatsapp, jadi ya ngirit banget.

Note: penulis bukan pakar atau ahli mengenai hal ini, hanya sekedar sharing pengalaman saja. Kalau ada yang salah monggo silahkan diralat.

Sehari Bersama Luna

Yak seharian ini menggunakan elementary OS, pagi download kemudian install dan langsung digunakan :D. Elementary OS adalah sebuah distro yang berbasis ubuntu 12.04. Sudah lumayan jadul bagi yang suka dan hobi dengan sesuatu yang selalu baru. Tapi ini ubuntu nya, kalau elementary OS nya sih baru sebulanan ini rilis dengan code name “Luna”. Dan jangan takut karena ubuntu 12.04 adalah edisi LTS maka support nya masih jalan terus, jadi aplikasi-aplikasi dari ubuntu masih selalu up to date.

Dari tampilan menurut saya lumayan bagus, simple gak neko-neko dan nyaman di mata. Sebuah panel diatas dengan menu, tanggal dan beberapa indikator seperti batre, network dll, standar lah karena OS atau distro lain biasanya juga begitu meski mungkin beda penempatan. Serta sebuah dock tempat aplikasi disebelah bawah. Oya jangan lupa di desktop nya tidak ada icon sama sekali, bersih.

Untuk aplikasi yang disertakan sangat minimalis sekali, pemutar musik dan video, text editor, penampil gambar, penampil pdf dan beberapa aplikasi kecil lain. Aplikasi office? tidak ada, ya distro ini default nya tidak menyertakan aplikasi office, sehingga mau tidak mau harus install sendiri. Tapi gampang kok tinggal buka google masukan “libreoffice ubuntu 12.04” cari dan install. Sayangnya yang ditempat saya karena menggunakan repo bawaan yang diinstall libreoffice versi 3, kalau gak salah terbaru sudah versi 4. Ya tinggal cari caranya biar bisa update ke libreoffice versi terbaru :D.

Aplikasi setting yang disertakan juga hanya menyediakan beberapa setting saja, tidak ada setting untuk ganti tema atau icon, kalau ganti background sih ada. Untungnya ada aplikasi pihak ketiga yang bisa didownload dan digunakan. Beberapa panduan setelah instalasi Luna bisa dilihat di elementaryupdate.

Selama penggunaan seharian ini, lumayan nyaman. Hanya perlu membiasakan penggunaan beberapa aplikasi saja. Dan karena basisnya ubuntu maka aplikasi-aplikasi yang biasa saya gunakan untuk bekerja sehari hari ya tinggal apt-get install saja, bisa dibilang tidak ada masalah. Hanya dalam waktu sebentar saja sejak install sudah bisa digunakan untuk bekerja.

Sedikit masalah hanya aplikasi file manager (pantheon-files) yang mendadak beberapa kali crash (menutup sendiri) dan batre yang menurut saya agak boros. Untuk masalah batre tinggal install tlp dan sepertinya sudah lumayan ini batre nya.
elementary os luna

Nemo dan RabbitVCS

Sebagai pengguna setia svn tentu untuk memudahkan bekerja akan lebih nyaman jika menggunakan svn client yang tinggal klak klik bukan yang lewat perintah baris. Maklum sebagai seorang end user pokoknya pengen yang gampang-gampang saja.

Nah sebagai pengguna linux mint garis keras *halah* salah satu yang menarik hati adalah menggunakan rabbitvcs, semodel sama tortoisesvn kalau di windows. Jadi gak perlu buka window aplikasi baru karena sudah terintegrasi dengan file manager. Awalnya karena file manager di linux mint adalah nemo dan pas awal kenal dengan rabbitvcs ini belum ada extension untuk nemo akhirnya tetep install nautilus yang sudah di support dengan sangat baik oleh rabbitvcs.

Lama-lama setelah menggunakan linux mint 15 akhirnya ada juga extension nemo untuk integrasi dengan rabbitvcs. Dan ada di main repositorynya linux mint, jadi tinggal pake apt-get untuk install.
Masalahnya pas awal-awal install ternyata saat klik kanan menu untuk rabbitvcs ini gak keluar, sampai install ulang aplikasinya tetep gak keluar, gugling sana sini akhirnya ketemu juga solusinya disini dan pake perintah :

sudo ln -s /usr/lib/x86_64-linux-gnu/libpython2.7.so.1.0 /usr/lib/libpython2.7.so.1.0

dan setelah nemo di restart akhirnya keluar juga menunya saat klik kanan 😀
menu rabbitvcs di nemo