Ruby Client Untuk API Rajaongkir

Berawal dari seorang teman yang menginisialisasi rajaongkir.com, sebuah layanan untuk pengecekan ongkos kirim barang dengan penyedia jasa pengiriman di indonesia. Selain aplikasi android rajaongkir juga menyediakan API untuk para developer yang ingin memanfaatkan layanannya kedalam website/aplikasi mereka sendiri.

Developernya sendiri sudah membuatkan client untuk php, dan karena saya selo 😀 maka iseng membuat client dengan ruby. Jelas belum sempurna karena baru saja belajar ruby, jadi secara filosofi dan implementasi nya masih terpengaruh dengan gaya php. Tapi sejauh ini sudah bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Meski yakinlah masih banyak ruang untuk improvement dan perbaikan.

Untuk github nya ada di https://github.com/iorme/rajaongkir-rb silahkan di fork dan pull request. Sedangkan gem nya sendiri ada di https://rubygems.org/gems/rajaongkir.

Semoga bisa bermanfaat.

Tepo Seliro Di Jalan

Tau tepo seliro? ya semacam toleransi gitu lah. Lantas apa hubungannya dengan jalan? Jadi gini, sekarang ini kalau lagi berkendaraan (terutama motoran di jalanan jogja) sudah sangat berbeda dengan kira-kira 5 atau 10 tahun yang lalu. Dulu itu, kalau dibilang sepi ya enggak namanya jalan kok sepi, suasana santai dan jumlah kendaraan tidak sebanyak sekarang. Pokoke suasananya masih enak lah. Gak grusa grusu.

Nah kalau sekarang, jumlah kendaraan super banyak dan rata-rata tidak mau saling mengalah. Pokoke “aku kudu ndisik, kowe karepmu” begitu kira-kira. Kalau diterjemahkan ke bahasa indonesia kira-kira “pokoknya aku harus lebih dulu, kamu terserah”. Lihat saja kalau di lampu merah, gak motor gak mobile pengennya di depan, mendekati garis depan meski harus berada di lajur paling kiri yang di beberapa lampu merah sebenarnya untuk yang kiri jalan terus. Terus kalau sudah hijau sudah kayak start balapan pengennya langsung tancap gas.

Sering kok kejadian, lampu hijau yang mungkin 20 atau 30 meter di belakang garis langsung mencet-mencet klakson. La memang kalau nglakson-nglakson gitu terus yang di depan jadi lebih cepat maju? atau gimana maksudnya saya juga gak tahu, Terkadang juga dari hijau sudah merah tetap saja jalan terus yang pada akhirnya bisa mengganggu jalur yang lain yang saat itu sedang hijau.

Toleransi itu bukan hanya di ranah agama, di jalanan pun tentu akan lebih bagus jika diterapkan juga, setidaknya coba untuk tidak saling serobot dan menunggu giliran jika ada antrian. Kecuali kalau macet ya. itu kasus nya berbeda. Atau jika ada genangan air karena habis hujan, ya hati-hati siapa tau di deket nya ada orang yang kalau kita ngawur air nya bisa kemana-mana 

Ganti Distro (lagi dan lagi)

Setelah cukup lama menggunakan ubuntu dan distro-distro turunannya. Akhir pekan kemarin memutuskan untuk mencoba fedora. Awalnya sih ngobrol-ngobrol sama mas yugo karena distro elementary yang sebelum ini sudah mulai lambat, dan karena kebetulan beliau nya pake fedora, akhirnya ikut-ikutan.

Dulu pernah pake fedora, waktu itu masih fedora core namanya. Lupa versi berapa yang jelas sudah cukup lama, kalau gak salah ingat waktu itu masih kuliah, waktu awal-awal menggunakan linux dan akhirnya sekarang berkesempatan mencoba lagi.

Untuk DE nya default nya fedora ini pake GNOME, no problem kalau saya sih, yang penting bukan KDE saja, ndak kaya pak gogon kalau pake KDE. Cuma sebenarnya saya termasuk yang kurang suka sama modelnya GNOME ini, secara visual layout nya semacam gak nyaman bagi saya. Kalau mau jujur saya lebih suka model nya KDE, Cinnamon atau pantheon nya elementary. Model classic dengan menu untuk membuka aplikasi yang dikategorikan. Seperti menu nya windows xp itu lo, klik terus list aplikasi nya keluar.

Tapi ternyata dengan sedikit otak-atik bisa kok di mirip-mirip seperti itu, kalaupun gak bisa tinggal ganti ke DE lain, gampang lah pokoknya.

Kalau untuk penggunaan dan aplikasi sih nyaris gak ada masalah, yum sepertinya sama handalnya dengan apt-get untuk urusan install-install aplikasi dan menyesuaikan menggunakan GNOME juag cuma butuh waktu sebentar. Cuma sempat bermasalah waktu menjalankan web server, kebetulan documentroot apache selalu saya letakan di partisi terpisah, dan ternyata error gara-gara selinux. Setelah selinux nya di set ke permissive ya lancar lagi.