Upgrade Kernel Di Elementary OS

Distro Elementary os yang sehari hari saya gunakan ini kernel nya masih versi 3.2, sebenarnya gak ada masalah juga cuma agak ngerasa jadul gitu, karena kernel terbaru sekarang kalau gak salah sudah versi 3.15, dari 2 ke 15 ya lumayan jauh versinya meski peningkatan di versi minor saja bukan versi mayor kernel. Dari pihak elementary sendiri kernel yang versi 3.2 ini sudah beberapa kali mengalami update, terakhir kemarin ada update build ke 61.
kernel 3.2

Tapi namanya pengguna biasanya memang kurang puas kalau gak coba-coba yang terbaru. Untuk itu jika pengen update ke kernel 3.14 bisa gunakan cara dari sini.

Langkah-langkahnya:
$ mkdir kernel
$ cd kernel/
$ wget http://goo.gl/s9nC21 -O kernel-3.14
$ chmod +x kernel-3.14
$ sudo sh kernel-3.14

download kernel

Perintah terakhir ini akan mendownload dan kemudian menginstall file-file kernel yang dibutuhkan. Setelah proses selesai reboot komputer, kemudian saat booting pilih kernel yang barusan di download dan diinstall.
kernel 3.14

Kalau misalnya ada masalah bisa di uninstall dengan cara berikut:
$ sudo apt-get purge linux-image-3.14.0*
$ sudo update-grub

Sebenarnya tanpa menggunakan script seperti diatas bisa kok dengan langsung download dari http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/ tinggal download versi yang ingin digunakan dan untuk install nya bisa menggunakan dpkg. Oya script yang digunakan pada cara diatas sebenarnya juga mengambil build kernel dari website ubuntu itu kok jadi ya sama saja.

Intinya jika upgrade kernel jangan uninstall kernel yang lama, soalnya kalau ada masalah tinggal kembali ke versi kernel lama. Kalau penulis sih sekarang sebisa mungkin menggunakan lebih dari 1 versi kernel soalnya pas kapan itu pernah kejadian ada update terus dapat bonus “kernel panic” dan akhirnya install ulang, kalau ada 2 versi kernel atau lebih kan bisa booting dengan versi kernel yang lain untuk kemudian memperbaiki masalah yang timbul.

Golput?

Besok pemilu, golput? hmmm kemarin rencananya mau golput tetapi sepertinya tidak jadi. Meski sebenarnya memang sudah kecewa dengan yang pas 2x pemilu kemarin (2004 dan 2009) penulis pilih. Tapi ya mosok jadi alasan buat golput sih. Untuk milih apa atau siapa ya itu rahasia, seperti jargon pemilu kan ada rahasianya. Yang jelas ada banyak sumber di internet sehingga kita bisa lihat track record dari calon anggota dewan maupun calon presiden nanti pas pilpres. Soalnya memang gak kenal secara langsung sama para calon nya. Eh penulis ada kenal satu caleg ding, soalnya ada tetangga yang maju 😀

Oke lantas kenapa gak golput aja? la wong dari kemarin-kemarin pemilu ya sama saja, tetep gak jelas? Gini nih, namanya kita tinggal di sebuah negara mau bagaimanapun ya ikut peraturan lah, perkara orang lain gak ikut biarkan saja. Mosok tinggal dirumah orang tapi sak senenge dewe? ya pasti kita ikut munduk-munduk sama yang punya rumah lah.

Meski mungkin kalau dihitung satu suara penulis itu seperti tak ada gunanya lawong 1 dibanding seratus juta lebih, tapi apa nek golput terus ada gunanya? kalau pun 90 persen warga indonesia golput apa ya besok-besok negara kita ini akan lebih baik? yang gak golput setidaknya berusaha memilih wakil-wakil yang Insya Allah paling baik dari yang lain.

Kalau analogi penulis ya, yang golput itu seperti kita tinggal dirumah yang bocor gentengnya pas ujan terus teriak-teriak nyalahin tukang yang dulu masang tapi gak mau pergi keluar nyari tukang untuk memperbaiki. Nah kita-kita yang gak golput ini yang keluar nyari tukang, perkara ternyata tukangnya masih belum bisa memperbaiki setidaknya kita sudah berusaha to? kalau cuma ngomong doang ya sampai kapanpun pasti tetep bocor. Lagian memangnya kalau kita sendiri yang maju memperbaiki yakin bisa?

Ya gitu aja sih. Eh btw no offense buat yang golput lo.