Ancol Bligo, Titik 0 km Selokan Mataram

Titik 0 km selokan mataram

Ancol Bligo, salah satu tempat tujuan dolan yang cukup terkenal di daerah tempat tinggal saya. Dulu kalau mendengar nama Ancol Bligo yang terpikir adalah sebuah lokasi tempat banyak orang berpacaran dan main kalau bolos sekolah. Iya dulu seperti itu, mungkin karena tempatnya yang berada di pinggir sungai Progo jadi terkesan romantis gitu. Selain itu tempatnya cukup pas untuk kabur dari sekolah karena kemungkinan untuk bertemu dengan orang yang dikenal, tetangga atau saudara misalnya, kecil sekali.

Ancol Bligo ini bisa disebut sebagai nol kilometernya selokan mataram, selokan yang membelah yogyakarta (sleman tepatnya), dan menjadi pusat irigasi dari ber hektar-hektar wilayah pertanian. Menurut cerita selokan mataram ini dibangun pada masa pendudukan jepang hasil kesepakatan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dengan pemerintah Jepang.

Untuk menuju ke Ancol Bligo, yang berada di desa Bligo kecamatan Ngluwar kabupaten Magelang ini, cara paling mudah adalah dengan menyusuri selokan mataram. Jalannya memang tidak besar tapi cukup pas untuk sepeda atau sepeda motor. Kalau mobil ya ada beberapa bagian yang tidak bisa atau sulit dilalui.

Setelah beberapa lama ingin dolan sambil bersepeda kesana, maklum dulu waktu jaman sekolah malah belum pernah, akhirnya kesampaian juga. Awalnya dikarenakan acara sepedaan yang rencananya ke sentolo pada hari Sabtu 22 Agustus kemarin gagal, akhirnya memutuskan untuk sepedaan sekalian survey nyari jalan ke Ancol Bligo. Siapa tahu nanti kapan-kapan ada yang ngajakin gowes kesana. Rencana awal sendirian saja, tapi ternyata ada teman yang kepengen “ngreyen” stem dan setang baru sepeda, iya kan mas Burhan?

Janjian ketemuan dengan teman tersebut jam 6 pagi di perempatan Balangan kemudian dilanjut menuju Ancol Bligo lewat jalur Blaburan. 

Oya Balangan ini dilewati oleh selokan Van Der Wijk yang juga berasal dari Progo dan menuju ke arah selatan. Dan di sebelah utara Balangan ini ada dikenal Buk Renteng, Buk dalam bahasa jawa biasa diartikan sebagai jembatan kecil di jalan yang dilewati air, nah di utara Balangan ini karena sungai nya lewat pinggir jalan dan posisinya lebih tinggi dari jalan dan cukup panjang akhirnya disebut Buk Renteng.

Dari arah Balangan menuju ke utara sampai di derah Banyurejo kemudian ambil ke barat menuju Blaburan. Dari Blaburan terus sampai akhirnya sampai di wilayah desa Bligo. Begitu ketemu selokan memutuskan untuk lewat pinggir selokan saja. Jalannya lumayan rusak di beberapa bagian, aspal tapi tinggal bebatuan saja. Sempet blusukan lewat tepi selokan dan hanya jalan tanah plus rumput. Kemudian nyebrang selokan lewat sebuah jembatan kecil dan melewati jalanan cor.

Kalau di awal-awal lewat pinggir persawahan, begitu masuk ke wilayah perkampungan maka di kanan kiri banyak pepohonan, seger dan serasa lewat hutan pokoknya. Ada juga sendang atau kolam kecil di beberapa lokasi dan sepertinya masih digunakan oleh penduduk setempat. Oya jangan kaget juga kalau ketemu orang sedang buang air kecil/besar di pinggir selokan ya.

Saat sampai di kampung yang berupa perbukitan ternyata selokan mataram ini berasal dari dalam tanah, mungkin jalurnya lewat semacam terowongan sehingga tidak bisa diikuti lagi. Terus lanjut gowes lewat kampung sampai akhirnya ketemu jalan aspal. Lanjut terus dan sambil tengak tengok kiri kanan nyari dimana selokannya. Lama-lama cukup bingung dan takut salah jalan kemudian memutuskan untuk memanfaatkan GPS alias Gunakan Penduduk Setempat untuk bertanya. Dan bertanyalah pada bapak-bapak di pinggir jalan. Dari bapak tersebut diberi petunjuk jalan dan ternyata selokannya tinggal dekat sekali. Dari jalan aspal masuk kiri pas pertigaan kemudian ikuti jalan dan sudah sampai lagi di tepi selokan. Nah di titik inilah ternyata selokan Mataram ngumpet masuk ke terowongan.

Dari titik selokan masuk ke terowongan ini tinggal beberapa ratus meter akhirnya sampai juga di pinggir Progo dan inilah ternyata titik nol kilometer selokan Mataram.

Jangan lupa narsis

Kebetulan juga musim panas, sungai Progo terlihat kering dan banyak bebatuan. Tetapi di utara bendungan yang digunakan untuk membendung dan mengalirkan air ke selokan Mataram airnya cukup besar. Hanya yang setelah bendungan inilah airnya kering.

Sedang ada renovasi di bendunga sungai Progo

Di sebelah bawah itu tempat air berbelok dan merupakan awal selokan mataram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.