Sepedaan Santai Ke Puncak Bibis, Pajangan

Hari ini (sabtu 8 Agustus 2015) bersama beberapa kawan (Wasi, Damar, Dedy) melakukan acara sepeda santai ke arah selatan. Tepatnya menuju warung bubur bu yati di puncak bibis, pajangan. Sebenarnya ada beberapa teman lain yang confirm ingin ikut, tapi karena satu atau dua sebab akhirnya hanya kami berempat yang jadi berangkat.

Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh, dari ring road menuju ke arah goa selarong, melewati jalan bibis raya dengan santai pun paling hanya butuh waktu sekitar setengah jam perjalanan. Rute nya pun selalu melewati jalanan beraspal dengan kondisi bagus. Ada beberapa tanjakan di awal tetapi semua bisa dilalui dengan mulus. Oya kalau pagi dan hari kerja jalanan lumayan ramai ada banyak pelajar yang sedang berangkat sekolah sehingga harus selalu berhati-hari.

Serunya adalah beberapa meter sebelum sampai puncak, karena kita ini menuju puncak sebuah bukit, maka di akhir rute ada sebuah tanjakan yang sangat menantang, melewati, kalau gak salah, 3 kelokan dengan kemiringan mungkin ada 30-40%. Waktu bersepeda ke sendang ngembel beberapa waktu lalu, tanjakan ini sudah memakan korban salah satu sepeda yang loss rantainya. 

Hari ini pun setelah cukup sukses naik dari bawah sampai tinggal 1 belokan terakhir, mungkin kira-kira kurang seperempat jalan lagi saya pun memutuskan untuk berhenti dan istirahat saja, soalnya kaki sudah terasa kaku, takut malah kram. Akhirnya sih bisa sekalian ngambil poto teman-teman lainnya yang sudah TTB dari setengah perjalanan tanjakan.

 Gak masalah dituntun, karena tanjakannya emang gila :D, itu dibawah sana ada 2 belokan dan di atas masih 1 belokan lagi

Di warung bu yati ini menunya cukup sederhana, menu utamanya adalah bubur dengan sayur dengan berbagai lauk seperti ayam, telor, telor asin dan gorengan. Selain itu yang menarik adalah untuk minumannya menggunakan gula batu, bagi saya lebih enak daripada gula pasir biasa.

Hari ini makan dengan bubur plus sayut dan telor tambah gorengan serta teh panas total hanya habis 7500 rupiah, murah bukan? 

Tapi bagi yang merasa kurang kenyang kalau hanya makan bubur mungkin bisa saja mampir beli roti atau nasi dijalan 😀

                Setelah selesai makan bubur, mejeng dulu

                  Ada satu sepeda murah meriah nyempil di parkiran 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.